Postingan

Diskusi Interaktif: Perlunya Regulasi Tuna di Indonesia

Gambar
Menghadirkan 4 narasumber yaitu Dr Toni Ruchimat, Dr Bambang, Dr Arief Satria, dan Ir Anang Noegroho serta satu orang penanggap yaitu Dr Herman Khaeroni, diskusi interaktif tentang Kebutuhan regulasi dalam tata kelola tuna di Indonesia. Dr Arief Satria menyebutkan bahwa kondisi perikanan tangkap di dunia sudah parah, sekitar 15 persen saja yg masih exploitable. Walaupun begitu, Indonesia masih mendominasi dengan menjadi nomor 2 di dunia setelah China. FAO memberikan saran, bila berbicara data jangan merefer ke China karena tidak reliable. Saat ini kondisi perikanan di Indonesia terjadi peningkatan pada nilai ekspor.  Nilai paling tinggi dr RFMO adalah Pasifik, Atlantik, dan samudera Indonesia. RFMO adalah politik, banyak negara tidak memiliki akses langsung namun memiliki banyak kuota, seperti Jepang terhadap Southern Bluefin Tuna. Diskusi tidak hanya aspek teknis, namun politik sangat berpengaruh. Bila menjadi anggota, harus comply dengan resolusi RFMO. "IOTC masih bergelut dal...

Amnesti Rumpon

Melalui Permen 26/2014 pemerintah mengatur rumpon di Indonesia. Di dalam permen tersebut disebutkan bahwa rumpon perlu didaftarkan dan membayar pajak. Setiap rumpon wajib memiliki Surat Ijin Pemasangan Rumpon (SIPR) yang disertakan dalam SIPI nya. Namun saat ini permen tersebut dirasa perlu disesuaikan karena law enforcement cukup menguras sumberdaya dan hasilnya belum kelihatan. Inilah yang mendorong beberapa pihak termasuk KKP untuk melakukan lokakarya pengelolaan rumpon nasional, tengah Oktober 2017. Para pelaku usaha dan pemangku kepentingan lain yang menghadiri meeting tersebut diajak untuk membahas permasalahan tentang rumpon di Indonesia. Mulai dari perijinan, lokasi pemasangan, pajak, peruntukan pemasangan rumpon..dll. Salah satu hal yang menarik adalah sistem perijinan rumpon bila pemasangan ada di laut lepas. Muncul keluhan dr pengusaha asal Lombok yang menyebutkan perijinan saat ini tidak memudahkan pelaku usaha bahkan cenderung mempersulit. Selain itu, jaminan kerahasiaan ...

Laju Persib yang Kembali Terseok

Persib Bandung kembali mengalami kekalahan pada lanjutan Liga 1 Gojek Traveloka pekan ke sembilan saat bertandang ke Stadion Patriot, Bekasi menghadapi tim yang memiliki tingkat disiplin tinggi, Bhayangkara FC. Persib Bandung tertinggal oleh gol yang diciptakan oleh Paulo Sergio melalui skema cantik hasil assist dari Firtuoso pada menit ke 27. Paulo Sergio, rekan satu tim Cristiano Ronaldo di Sporting Lisbon menceploskan bola pada sentuhan pertamanya tanpa mampu dihalau penjaga gawang Persib, M. Natsir. Persib sendiri tidak bermain buruk pada pertandingan kali ini walaupun tidak tampil dengan kekuatan utama sejak menit pertama.  Nama-nama besar seperti Michael Essien, Hariyono dan Shohei Matsunaga tidak bermain sejak menit pertama. Hal ini cukup menjadi pertanyaan juga tentang bagaimana pelatih Jajang Nurjaman (Janur) meracik strateginya. Namun nama-nama seperti Kim Kurniawan, Gian Zola, dan rising star Febri Hariadi tetap terlihat bersemangat dalam menggempur pertahanan...

Spermwhale Muara Gembong dan Pilot Whale Sabu, Whats Next?

Gambar
Beberapa waktu kemarin, ya'll pasti mengetahui informasi tentang adanya mamalia laut yang terdampar di pantai Indonesia. Dua kasus paling heboh adalah terdamparnya paus di Muara Gembong, Kab. Bekasi dan Sabu, Nusa Tenggara Timur. Sekedar mengingatkan, Paus yang terdampar di Muara Gembong pada 29 Juli 2012 adalah jenis Spermwhale yang menurut para ahli berjenis kelamin jantan. Tipikal Spermwhale jantan dewasa hidup dengan soliter, sehingga hanya ditemukan 1 ekor saja saat itu. Sedangkan fenomena mencengangkan terjadi di Sabu, Nusa Tenggara Timur yaitu terdamparnya jenis Pilot Whale sebanyak 49 ekor. Fenomena terdamparnya ikan paus di Sabu memang menghebohkan. Bagaimana bisa dalam satu periode terdampar ikan paus sebanyak 49 ekor. Bahkan menurut informasi dari tenaga ahli dari LIPI (Sekar Mira) dalam presentasi penyusunan panduan penanganan mamalia terdampar di Jakarta, 4 ekor diantaranya hamil!!! Lebih lanjut Mira menjelaskan bahwa tim LIPI diturunkan dalam 2 kejadian mamalia terd...

Tradisi, Adat, dan Warisan Turun Temurun Terkait Penangkapan Ikan di Indonesia

Setiap daerah di Indonesia memiliki adat dan kepercayaan sendiri terkait dengan proses penangkapan ikan. Biasanya unik dan memiliki ciri khas sendiri. Keunikan dan kekhasan tersebut yang menjadi identitas dari masing-masing daerah, terutama karena perbedaannya. Perbedaan ciri khas tersebut muncul karena beberapa sebab diantaranya latar belakang agama, adat istiadat, dan warisan turun-temurun dari nenek moyang.   Agama merupakan salah satu faktor kuat yang men-driven suatu tatanan yang ada di dalam masyarakat. Tuntunan agama meresap hingga ke setiap sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Ini merupakan nilai yang menjadi landasan dari norma. Lalu, apa hubungan nilai ini dengan ke-khasan suatu daerah dalam kaitannya dengan penangkapan ikan? Yap, pengaruh agama memiliki peran yang besar dalam tata cara penangkapan ikan di beberapa daerah di Indonesia. Di dalam agama Islam, hari Jumat merupakan hari suci dimana umat muslim terutama pria melaksanakan ibadah sholat Jumat. Oleh karena i...

Alat Tangkap Ikan Suku Bajo yang Telah Punah

Gambar
Wakatobi selain terkenal dengan keindahan alam lautnya, juga identik dengan keberadaan suku Bajo. Dari empat pulau besar di Wakatobi hanya Pulau Binongko saja yang tidak dihuni oleh suku Bajo selain tiga pulau besar lainnya (Wanci, Kaledupa, dan Tomia). Suku Bajo terkenal dengan keahliannya dalam mengarungi ombak menjelajah samudera. Di Wakatobi sendiri, Suku Bajo diketahui bermukim pertama kali di Pulau Kaledupa, tepatnya di daerah Mantigola. Dalam perkembangan kedepannya, Suku Bajo mencari lokasi-lokasi baru yang dianggap strategis untuk mencari tempat tinggal, salah satunya di Desa Sama Bahari. Selain terkenal dengan keahlian dalam menjelajah samudera, nelayan Suku Bajo juga terkenal ahli menangkap ikan. Sebelum mengenal modernisasi penangkapan ikan, Suku Bajo menggunakan beberapa alat tangkap konvensional yang ramah lingkungan. Alat-alat tersebut selain untuk menangkap ikan juga digunakan untuk aktivitas sehari-hari, misalnya sampan kaloko. Setelah datangnya era modernisasi alat...

Info Ringkas Perikanan Hiu di Indonesia (Survey TAKA)

Gambar
Data berikut didapatkan dari hasil survey Yayasan TAKA (Semarang) bekerjasama dengan WWF Indonesia Marine Program pada tahun 2009. (Scalloped Hammerhead/google.com) Jenis-jenis yang paling sering tertangkap : 1. Liong bun/panrong/ nunan (White Spotted Guitarfish) Rynchobatus australiae 2. Hiu Martil/caping (Scalloped Hammerhead) Sphyrna lewini 3. Hiu Biru/aer (Blue Shark)  Prionace glauca 4. Hiu Monyet (Pelagic Thresher Shark)  Alopias pelagicus 5. Hiu Tikus (Bigeye Thresher Shark)  Alopias superciliosus Lima jenis hiu yang paling dicari dengan alasan harga siripnya yang mahal dan memiliki kualitas yang tinggi (dari segi bentuk sirip dan yang besar dan panjang serta tekstur sirip yang berserat) adalah: 1. Liong bun/panrong/ nunan (White Spot Guitarfish)Rynchobatus australiae 2. Hiu Biru/aer (Blue Shark)  Prionace glauca 3. Hiu Martil/caping (Scalloped Hammerhead)  Sphyrna lewini 4. Hiu Buas/hitaman(Bull Shark)  Charcharinhus leucas 5. Hiu Co...