Postingan

IOTC Mengadopsi Proposal Pengelolaan Rumpon Apung

Gambar
Berdasarkan Special Session Meeting of IOTC yang dilaksanakan di Mombasa (Kenya) pada 7 Februari 2023, proposal untuk mengurangi jumlah rumpon apung ( drifting FAD ) yang digunakan di perairan Samudra Hindia diadopsi melalui voting  oleh negara-negara anggota IOTC. Hal ini penting untuk menjaga populasi tuna karena penggunaan rumpon diketahui memperbesar peluang tertangkapnya juvenile tuna (baik Yellowfin maupun Bigeye dimana statusnya sudah merah/menurun) yang belum sempat bereproduksi. Selain itu, spesies lain sering tertangkap di sekitar rumpon karena mencari makan, misalnya hiu.  A drifting Fad (Source: https://www.pewtrusts.org/en/research-and-analysis/reports/2015/11/estimating-the-use-of-fads-around-the-world) Langkah pengelolaan yang diambil adalah mengurangi jumlah rumpon apung sebesar 33% secara bertahap dalam kurun waktu 3 tahun kedepan (efektif mulai tahun 2024). Keputusan ini memperkenalkan persyaratan transparansi dan pelaporan baru dan mensyarat...

Multi Stakeholder Platform for Sustainable Fisheries in Indonesia

Gambar
"Perikanan itu sebuah sistem yang kompleks Mas, mulai hulu sampai hilir, belum lagi para pemangku kepentingan yang memiliki tujuan yang berbeda-beda. Integrasi dari berbagai macam institusi mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan NGO diperlukan dalam sebuah wadah untuk pengelolaan perikanan yang berkelanjutan". Sepenggal pernyataan di atas, disampaikan oleh ahli yang telah lama berkecimpung di dunia perikanan. Saya berdiskusi dengan beliau sesaat sebelum launching Multi Stakeholder Platform (MSP) for Sustainable Fisheries oleh Kementerian PPN (Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas) di kantor Bappenas, Kamis, 25 Juli 2019. Meresapi pernyataan beliau, muncul sebuah pertanyaan yang hinggap dalam kepala saya. "Mungkinkah perikanan bisa dikelola dengan cara yang terintegrasi? Artinya mendudukkan para pemangku kepentingan dengan beragam tujuan yang berbeda-beda, kepentingan yang bisa jadi bertentangan untuk membicarakan pengelolaan perikanan yang berkelanju...

FIP Kepiting Bakau Hoat Soarbay, Maluku Tenggara

Gambar
Menuju perikanan kepiting bakau berkelanjutan menjadi salah satu tujuan diterapkannya Fisheries Improvement Program (FIP) di Hoat Soarbay, Kei, Maluku Tenggara. Kegiatan yang difasilitasi oleh Yayasan WWF Indonesia (site IBAS- Inner Banda Arch Subseascape ) ini dimulai sejak tahun 2016. Melalui pelibatan semua stakeholder yang ada di wilayah ini, perbaikan perikanan mulai dari pencatatan data landing, data komposisi tangkapan, penyusunan Harvest Strategy, dilakukan untuk mencapai impian yaitu mengangkat nama Maluku Tenggara di kancah perikanan nasional maupun internasional melalui perolehan sertifikat MSC.  Tahun ini, 2019, Perikanan dan Pariwisata menjadi Leading Sector dalam RPJM Kabupaten Maluku Tenggara (Malra). Kepiting bakau sebagai salah satu komoditas unggulan sudah selayaknya dikelola secara lebih berkelanjutan melalui koordinasi lintas stakeholder mulai dari pemerintah, universitas, industri, nelayan, maupun NGO. Sinkronisasi antara tiga prinsip MSC kedalam RPJM Kab Ma...

Diskusi Interaktif: Perlunya Regulasi Tuna di Indonesia

Gambar
Menghadirkan 4 narasumber yaitu Dr Toni Ruchimat, Dr Bambang, Dr Arief Satria, dan Ir Anang Noegroho serta satu orang penanggap yaitu Dr Herman Khaeroni, diskusi interaktif tentang Kebutuhan regulasi dalam tata kelola tuna di Indonesia. Dr Arief Satria menyebutkan bahwa kondisi perikanan tangkap di dunia sudah parah, sekitar 15 persen saja yg masih exploitable. Walaupun begitu, Indonesia masih mendominasi dengan menjadi nomor 2 di dunia setelah China. FAO memberikan saran, bila berbicara data jangan merefer ke China karena tidak reliable. Saat ini kondisi perikanan di Indonesia terjadi peningkatan pada nilai ekspor.  Nilai paling tinggi dr RFMO adalah Pasifik, Atlantik, dan samudera Indonesia. RFMO adalah politik, banyak negara tidak memiliki akses langsung namun memiliki banyak kuota, seperti Jepang terhadap Southern Bluefin Tuna. Diskusi tidak hanya aspek teknis, namun politik sangat berpengaruh. Bila menjadi anggota, harus comply dengan resolusi RFMO. "IOTC masih bergelut dal...

Amnesti Rumpon

Melalui Permen 26/2014 pemerintah mengatur rumpon di Indonesia. Di dalam permen tersebut disebutkan bahwa rumpon perlu didaftarkan dan membayar pajak. Setiap rumpon wajib memiliki Surat Ijin Pemasangan Rumpon (SIPR) yang disertakan dalam SIPI nya. Namun saat ini permen tersebut dirasa perlu disesuaikan karena law enforcement cukup menguras sumberdaya dan hasilnya belum kelihatan. Inilah yang mendorong beberapa pihak termasuk KKP untuk melakukan lokakarya pengelolaan rumpon nasional, tengah Oktober 2017. Para pelaku usaha dan pemangku kepentingan lain yang menghadiri meeting tersebut diajak untuk membahas permasalahan tentang rumpon di Indonesia. Mulai dari perijinan, lokasi pemasangan, pajak, peruntukan pemasangan rumpon..dll. Salah satu hal yang menarik adalah sistem perijinan rumpon bila pemasangan ada di laut lepas. Muncul keluhan dr pengusaha asal Lombok yang menyebutkan perijinan saat ini tidak memudahkan pelaku usaha bahkan cenderung mempersulit. Selain itu, jaminan kerahasiaan ...

Laju Persib yang Kembali Terseok

Persib Bandung kembali mengalami kekalahan pada lanjutan Liga 1 Gojek Traveloka pekan ke sembilan saat bertandang ke Stadion Patriot, Bekasi menghadapi tim yang memiliki tingkat disiplin tinggi, Bhayangkara FC. Persib Bandung tertinggal oleh gol yang diciptakan oleh Paulo Sergio melalui skema cantik hasil assist dari Firtuoso pada menit ke 27. Paulo Sergio, rekan satu tim Cristiano Ronaldo di Sporting Lisbon menceploskan bola pada sentuhan pertamanya tanpa mampu dihalau penjaga gawang Persib, M. Natsir. Persib sendiri tidak bermain buruk pada pertandingan kali ini walaupun tidak tampil dengan kekuatan utama sejak menit pertama.  Nama-nama besar seperti Michael Essien, Hariyono dan Shohei Matsunaga tidak bermain sejak menit pertama. Hal ini cukup menjadi pertanyaan juga tentang bagaimana pelatih Jajang Nurjaman (Janur) meracik strateginya. Namun nama-nama seperti Kim Kurniawan, Gian Zola, dan rising star Febri Hariadi tetap terlihat bersemangat dalam menggempur pertahanan...

Spermwhale Muara Gembong dan Pilot Whale Sabu, Whats Next?

Gambar
Beberapa waktu kemarin, ya'll pasti mengetahui informasi tentang adanya mamalia laut yang terdampar di pantai Indonesia. Dua kasus paling heboh adalah terdamparnya paus di Muara Gembong, Kab. Bekasi dan Sabu, Nusa Tenggara Timur. Sekedar mengingatkan, Paus yang terdampar di Muara Gembong pada 29 Juli 2012 adalah jenis Spermwhale yang menurut para ahli berjenis kelamin jantan. Tipikal Spermwhale jantan dewasa hidup dengan soliter, sehingga hanya ditemukan 1 ekor saja saat itu. Sedangkan fenomena mencengangkan terjadi di Sabu, Nusa Tenggara Timur yaitu terdamparnya jenis Pilot Whale sebanyak 49 ekor. Fenomena terdamparnya ikan paus di Sabu memang menghebohkan. Bagaimana bisa dalam satu periode terdampar ikan paus sebanyak 49 ekor. Bahkan menurut informasi dari tenaga ahli dari LIPI (Sekar Mira) dalam presentasi penyusunan panduan penanganan mamalia terdampar di Jakarta, 4 ekor diantaranya hamil!!! Lebih lanjut Mira menjelaskan bahwa tim LIPI diturunkan dalam 2 kejadian mamalia terd...

Tradisi, Adat, dan Warisan Turun Temurun Terkait Penangkapan Ikan di Indonesia

Setiap daerah di Indonesia memiliki adat dan kepercayaan sendiri terkait dengan proses penangkapan ikan. Biasanya unik dan memiliki ciri khas sendiri. Keunikan dan kekhasan tersebut yang menjadi identitas dari masing-masing daerah, terutama karena perbedaannya. Perbedaan ciri khas tersebut muncul karena beberapa sebab diantaranya latar belakang agama, adat istiadat, dan warisan turun-temurun dari nenek moyang.   Agama merupakan salah satu faktor kuat yang men-driven suatu tatanan yang ada di dalam masyarakat. Tuntunan agama meresap hingga ke setiap sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Ini merupakan nilai yang menjadi landasan dari norma. Lalu, apa hubungan nilai ini dengan ke-khasan suatu daerah dalam kaitannya dengan penangkapan ikan? Yap, pengaruh agama memiliki peran yang besar dalam tata cara penangkapan ikan di beberapa daerah di Indonesia. Di dalam agama Islam, hari Jumat merupakan hari suci dimana umat muslim terutama pria melaksanakan ibadah sholat Jumat. Oleh karena i...

Alat Tangkap Ikan Suku Bajo yang Telah Punah

Gambar
Wakatobi selain terkenal dengan keindahan alam lautnya, juga identik dengan keberadaan suku Bajo. Dari empat pulau besar di Wakatobi hanya Pulau Binongko saja yang tidak dihuni oleh suku Bajo selain tiga pulau besar lainnya (Wanci, Kaledupa, dan Tomia). Suku Bajo terkenal dengan keahliannya dalam mengarungi ombak menjelajah samudera. Di Wakatobi sendiri, Suku Bajo diketahui bermukim pertama kali di Pulau Kaledupa, tepatnya di daerah Mantigola. Dalam perkembangan kedepannya, Suku Bajo mencari lokasi-lokasi baru yang dianggap strategis untuk mencari tempat tinggal, salah satunya di Desa Sama Bahari. Selain terkenal dengan keahlian dalam menjelajah samudera, nelayan Suku Bajo juga terkenal ahli menangkap ikan. Sebelum mengenal modernisasi penangkapan ikan, Suku Bajo menggunakan beberapa alat tangkap konvensional yang ramah lingkungan. Alat-alat tersebut selain untuk menangkap ikan juga digunakan untuk aktivitas sehari-hari, misalnya sampan kaloko. Setelah datangnya era modernisasi alat...

Info Ringkas Perikanan Hiu di Indonesia (Survey TAKA)

Gambar
Data berikut didapatkan dari hasil survey Yayasan TAKA (Semarang) bekerjasama dengan WWF Indonesia Marine Program pada tahun 2009. (Scalloped Hammerhead/google.com) Jenis-jenis yang paling sering tertangkap : 1. Liong bun/panrong/ nunan (White Spotted Guitarfish) Rynchobatus australiae 2. Hiu Martil/caping (Scalloped Hammerhead) Sphyrna lewini 3. Hiu Biru/aer (Blue Shark)  Prionace glauca 4. Hiu Monyet (Pelagic Thresher Shark)  Alopias pelagicus 5. Hiu Tikus (Bigeye Thresher Shark)  Alopias superciliosus Lima jenis hiu yang paling dicari dengan alasan harga siripnya yang mahal dan memiliki kualitas yang tinggi (dari segi bentuk sirip dan yang besar dan panjang serta tekstur sirip yang berserat) adalah: 1. Liong bun/panrong/ nunan (White Spot Guitarfish)Rynchobatus australiae 2. Hiu Biru/aer (Blue Shark)  Prionace glauca 3. Hiu Martil/caping (Scalloped Hammerhead)  Sphyrna lewini 4. Hiu Buas/hitaman(Bull Shark)  Charcharinhus leucas 5. Hiu Co...

Surga dari Timur

Wakatobi, merupakan salah satu surga yang ada di bagian timur Indonesia. Wilayah kepulauan ini dulunya bernama Toekang Besi karena konon berdasarkan cerita yang didapat dulu banyak pande besi yang berasal dari daerah ini. Produk yang dihasilkan adalah parang dan pisau. Sumber besinya salah satu berasal dari kapal yang tenggelam. Kepulauan yang menjadi bagian administratif Sulawesi Tenggara ini beribukota di Wangi-Wangi. Ada 8 kecamatan besar di Wakatobi yaitu Binongko, Kaledupa, Kaledupa Selatan, Togo Binongko, Tomia, Tomia Timur, Wangi-Wangi, Wangi-Wangi Selatan. Lokasi geografisnya membujur dari 5,00º sampai 6,25º Lintang Selatan (sepanjang ± 160 km) dan melintang dari 123,34º sampai 124.64º Bujur Timur (sepanjang ± 120 km) (Wikipedia.com). Wilayah timur berbatasan dengan Laut Banda, barat berbatasan dengan Pulau Buton dan Laut Flores, utara berbatasan dengan laut Banda dan selatan berbatasan dengan laut Flores.( http://regional.coremap.or.id) Wakatobi terkenal dengan keindahan d...

Mengupas Kelas Masyarakat di Pulau Tomia melalui KAWATI

Tomia merupakan salah satu pulau besar di Kepulauan Wakatobi yang memiliki karakteristik kultur yang unik. Secara umum, masyarakat di Tomia terbagi menjadi tiga Kawati (suku) yaitu Kawati Timo, Kawati Tongano, dan Kawati Waha. Masing-masing kawati tersebut memiliki karakteristik sendiri yang menjadi ciri khasnya masing-masing. Kawati bukan istilah untuk menyebut bagaimana sebenarnya posisi administratif dalam pemerintahan melainkan suatu sistem adat yang sudah ada sejak jaman nenek moyang. Walaupun masing-masing kawati terdiri dari beberapa desa dan memiliki batas wilayah adat yang jelas. Selain karakteristik masing-masing Kawati yang khas, cara mudah untuk menentukan bagaimana seseorang berasal dari Kawati mana adalah melalui bahasa yang digunakan. Ya, karena masing-masing Kawati memiliki bahasa yang berbeda-beda. Kawati Timo (4 desa) Masyarakat kawati ini sebagian besar bekerja sebagai petani darat yang menghasilkan sayur-sayuran, umbi, maupun buah-buahan dan sebagian kecil lainn...

Overfishing di Laut Jawa diwakili Oleh Data dari PPN Pekalongan

Gambar
Overfishing alias penangkapan berlebihan yang menyebabkan menurunnya stok ikan di alam dapat dilihat pada tabel 1. Data tersebut adalah statistik hasil tangkapan ikan tongkol di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan yang diperoleh pada saat WWF-Marine mengadakan Media Trip 1 dengan tema “Krisis Perikanan Global dan Nasional” (9-12 Februari 2011). Kapal yang bersandar di pelabuhan ini didominasi daerah operasi di sekitar laut jawa. Berbicara mengenai Pekalongan, beberapa tahun lalu kota pelabuhan ini merupakan sentra dari hasil tangkapan laut di Pulau Jawa. Ratusan kapal singgah di Pelabuhan ini setiap harinya dengan membawa hasil tangkapan yang berlimpah. Pada saat itu Pemerintah berencana membangun Pekalongan sebagai kota minapolitan karena fenomena tersebut, bahkan cetak biru Pekalongan sebagai kota minapolitan terpampang jelas di salah satu gedung yang terdapat di Wisata Bahari Pekalongan. Namun melihat kondisi sekarang ini, hal tersebut seperti menjadi impian yang jauh...

Kantong Plastik oh Kantong Plastik..

Gambar
Kantong plastik adalah polutan yang sulit terdegradasi. menurut Adiwijaya (2008) plastik membutuhkan waktu hingga 1000 tahun untuk terdegradasi, sedangkan di air membutuhkan waktu 450 tahun. Kantong plastik sendiri merupakan penyumbang sampah plastik terbesar, salah satu penyumbang terbesar kantong plastik adalah usaha ritel. Kantong plastik sendiri sangat akrab bagi manusia,hampir setiap kegiatan yang berhubungan dengan angkut barang ringan seperti makanan; minuman; belanjaan, pasti menggunakan plastik. Sayangnya kantong plastik mudah sobek dan undegradable, kebiasaan masyarakat mengganti tas plastik yang sobek dengan yang baru akan menambah volume sampah plastik di muka bumi. Sebenarnya salah satu solusi yang bisa dipakai adalah dengan menggunakan kantong belanja yang re-usable. Saat ini beberapa ritel telah menyediakan kantong belanja tersebut. Sayangnya, kebiasaan men-substitusi kantong plastik dengan kantong belanja yang re-usable masih belum akrab di masyarakat Indonesia. Kantong...

Trawl, siapakah dia?

Gambar
(smart-net-systems.com)

Badan Hiu Dicampakkan Begitu Saja setelah Siripnya Dipotong

Gambar
“ Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi , sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik ”.(QS. Al-‘Araf(7):56). Taukah kawan, fenomena kejam yang ada di dunia perikanan?Beberapa fakta yang salah satunya akan saya share di tulisan ini adalah dicampakkannya badan hiu setelah siripnya dipotong. Terdengar kejam bukan?Yap, kawan-kawan perlu mengetahui fenomena ini agar menjadi lebih bijak dalam menjadi konsumen seafood. Terutama bagi kawan-kawan yang selama ini akrab mengkonsumsi sirip ikan hiu. Fenomena ini dijumpai ketika tim TAKA melakukan survey ke beberapa pelabuhan di Indonesia ditambah dengan mencari beberapa literatur terkait secara online. Fakta menyebutkan bahwa sirip hiu berharga tinggi dibandingkan dengan tubuhnya itu sendiri. 1 (satu) kilogram sirip hiu berukuran super bisa mencapai harga hingga 3,5 -4 jutaan....

Tahukah bahwa Hiu saat ini hampir punah, kawan?

Gambar
Sebagai top predator dalam suatu perairan, hiu dikenal sebagai binatang yang buas dan kejam. Gigi-giginya yang tajam ditambah dengan kemampuannya untuk melakukan akselerasi aerodinamis yang cepat menguatkan predikatnya sebagai penguasa lautan. Selain itu, pencitraan hiu dari media selama ini ternyata lebih ke arah pencitraan yang negatif. Ingatkah film seperti JAW, The Reefs, Open Water ?Hiu ditampilkan sebagai binatang dengan karakter pembunuh berdarah dingin. (TAKA) Tapi taukah kawan?hiu sebenarnya adalah binatang yang pemalu. Pernahkah kawan mengunjungi penangkaran hiu di Karimunjawa?itulah salah satu contoh yang akan mendekatkan kita dengan hiu. Di penangkaran tersebut, hiu-hiu bebas untuk kita pegang. Tentu dengan kewaspadaan juga ya kawan, mengingat sebenarnya mereka adalah predator pemakan daging. ketika kita mencoba mendekat, hiu-hu tersebut akan menjauh karena takut / malu ke kita. Beberapa jenis hiu terdapat di perairan Indonesia. Beberapa jenis diantaranya adalah hi...

"Bangsawan Laut"...siapakah itu?

Gambar
Guys, tahukah kamu kalau di laut ternyata ada golongan bangsawan / kaum ningratnya juga. Bahkan darah-nya benar-benar biru (mirip dengan frase-frase selama ini yang menyebutkan bahwa bangsawan identik dengan darah biru). Tahukan kamu binatang apakah itu?? --- CUMI-CUMI -- ya, cumi-cumi adalah salah satu hewan yang masuk ke dalam kelas cephalopoda dan memiliki tiga jantung serta darah yang mengalir di tubuhnya berwarna biru. Begitu hebatnya "Bangsawan Laut" ini secara morfologi. Bahkan menurut penelitian dari ilmuwan AS, si cumi ini memiliki kemampuan mendengar juga walaupun masih bisa dikatakan primitif. Ahli biologi Massachusetts menyatakan cumi-cumi ternyata bisa mendengar, meski sangat primitif. Studi yang diterbitkan di Journal of Experimental Biology ini juga menunjukkan, cumi-cumi mendeteksi suara melalui sel rambut yang melapisi dua organ kantung di dekat pangkal otak cumi-cumi. Di dalam kantung itu terdapat butiran kecil kalsium karbonat yang disebut statolith....

Kreasi sebagai Bagian Kecintaan pada Lingkungan

Gambar
Guys, mungkin sebagian dari kalian akan bertanya-tanya, sebenarnya apa yang mau aku tampilin dalam blog ini. Lewat uraian berikut semoga akan menjadi lebih jelas. Berangkat dari kecintaanku terhadap dunia bawah air yang rupanya terkait dengan tak hanya dunia laut tetapi juga pesisir dan sekitarnya. Ya semua itu saling berhubungan dan menimbulkan efek satu sama lain. Lewat blog ini, aku ingin berbagi pengalaman tentang lingkungan sekaligus menumpahkan hobi untuk bermain desain. Kenapa desain kawan?ya, seperti di posting sebelumnya, desain membuat kita seakan-akan memiliki apa yang kita inginkan, suatu contoh simpel. Apabila kita ingin memelihara hiu di rumah kita, jujur saja kalo aku pasti tidak mau, karena hiu juga sudah hampir punah karena perburuan yang merajalela. Melalui desain di kaos kita, bukankah kita bisa memiliki lebih dari 1 jenis hiu??? Tidak hanya seputar desain saja, tapi ada juga tips-tips dan cara untuk menjaga lingkungan yang aku tahu dan ingin aku ...

Berangkat dari Halte Bawah Air

Gambar
Guys, semoga kalian suka dengan blog ini ya. Memang konsep utama dari blog ini adalah lingkungan dan fun. Jadi sambil kita belajar bagaimana menjaga lingkungan, kita juga bisa fun di dalamnya. Lalu kenapa konsep lingkungan yang dipilih?Sebenarnya semua berangkat dari kecintaanku terhadap dunia bawah air. Sisi lain yang dapat menambah rasa syukurku pada-Nya sekaligus membuatku merasa bukan apa-apa di hadapan-Nya. Keindahan dunia bawah air adalah sesuatu yang menurutku harus dijaga. Suatu model kehidupan lain ternyata ada di sana dengan beragam seni dan keindahannya, dan menurutku semua berhubungan dengan ekosistem yang lain. Laut itu sendiri, pesisir, dan sekitarnya. Apabila pesisir terjaga, otomatis laut juga akan terjaga, demikian juga sebaliknya. Di blog ini, aku mencoba untuk menuangkan segala pemikiranku tentang upaya melindungi alam sebatas kita bisa. Tidak akan ribet dan sulit, tapi pasti fun fan bisa kita jalani dengan fun. Begitulah.....